Setelah sekian lama saya tidak menulis blog ini karena kesibukan yang tiada habis-habisnya dan kini saya mulai menulis blog ini kembali,
Beberapa bulan lalu saya berpacaran dengan seorang pria yang menurut saya tidak bisa saya ungkapkan identitasnya, sebelumnya saya tidak pernah menyangka akan dapat dekat melebihi teman karena status kami, namun waktu berjalan yang menyebabkan kami semakin dekat satu sama lain dan kami memiliki perbedaan keyakinan dan halangan statis namun kami nekat untuk menjalani hubungan yang lebih serius dan kami pun berpacaran pada tanggal 4 Juni 2016, hubungan yang berjalan sangat baik tanpa adanya perkelahian (walau kadang ada kesalah pahaman ) namun tak membuat kami jauh satu sama lain, hubungan kami berjalan sangat lancar dan tak menjadikan perbedaan dan halangan tsb sebagai. masalah kami, kami yang sibuk satu sama lain juga tak mempermasalahkan waktu dan quality time untuk hubungan kami, tetapi suatu hari Ia mulai membalas lama ( walau biasanya juga begitu) dan keesokan harinya dia memutuskan saya via chat, saya yang hari itu seperti orang bodoh yang dilempar batu saya benar-benar tidak tau alasannya, namun Ia mengatakan statuslah yang menjadi alasannya, Ia juga mengatakan pekerjaan yang banyak membuat Ia jarang ada waktu serta alasan status yang seakan-akan Ia mengatakan Ia khilaf telah menjalin hubungan dengan saya membuat saya memiliki pertanyaan yang besar dikepala saya, ketika saya mengatakan bahwa hal tersebut telah kita katakan di awal hubungan namun ia tetap memegang teguh alasan tersebut membuat saya tak mengerti dan diam pada saat itu, saya tak pernah menyesali hubungan tsb dan saya yang tidak pernah complain tentang kesibukannya dll tetapi saya tidak mengerti pada hari itu, pertanyaan dikepala saya hanya MENGAPA???
Beberapa bulan lalu saya berpacaran dengan seorang pria yang menurut saya tidak bisa saya ungkapkan identitasnya, sebelumnya saya tidak pernah menyangka akan dapat dekat melebihi teman karena status kami, namun waktu berjalan yang menyebabkan kami semakin dekat satu sama lain dan kami memiliki perbedaan keyakinan dan halangan statis namun kami nekat untuk menjalani hubungan yang lebih serius dan kami pun berpacaran pada tanggal 4 Juni 2016, hubungan yang berjalan sangat baik tanpa adanya perkelahian (walau kadang ada kesalah pahaman ) namun tak membuat kami jauh satu sama lain, hubungan kami berjalan sangat lancar dan tak menjadikan perbedaan dan halangan tsb sebagai. masalah kami, kami yang sibuk satu sama lain juga tak mempermasalahkan waktu dan quality time untuk hubungan kami, tetapi suatu hari Ia mulai membalas lama ( walau biasanya juga begitu) dan keesokan harinya dia memutuskan saya via chat, saya yang hari itu seperti orang bodoh yang dilempar batu saya benar-benar tidak tau alasannya, namun Ia mengatakan statuslah yang menjadi alasannya, Ia juga mengatakan pekerjaan yang banyak membuat Ia jarang ada waktu serta alasan status yang seakan-akan Ia mengatakan Ia khilaf telah menjalin hubungan dengan saya membuat saya memiliki pertanyaan yang besar dikepala saya, ketika saya mengatakan bahwa hal tersebut telah kita katakan di awal hubungan namun ia tetap memegang teguh alasan tersebut membuat saya tak mengerti dan diam pada saat itu, saya tak pernah menyesali hubungan tsb dan saya yang tidak pernah complain tentang kesibukannya dll tetapi saya tidak mengerti pada hari itu, pertanyaan dikepala saya hanya MENGAPA???



0 komentar:
Posting Komentar